[M0619056][Selvi Anna Permatasari] Penulis Mahasiswa
Program Studi S1 Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam
Usaha
dalam Meningkatkan Hasil Produksi Tanaman pada Sektor Pertanian
A. Latar
Belakang
Belakangan ini peningkatan hasil
produksi pertanian menjadi sorotan utama. Permasalahan permasalah bermunculan seiring
dengan berjalannya waktu. Permasalahan tersebut yaitu meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia hal
ini menyebabkan perlu ditingkatkanya hasil produksi pertanian.
Banyaknya hama tanaman juga
berdampak pada hasil pertanian yang semakin berkurang. Sehingga perlu dilakukan
metode – metode yang efektif dan efisien guna meningkatkan hasil produksi
tanaman pada sector pertanian tersebut.
B. Tujuan
Tujuan dari artikel ini adalah
untuk mengetahui metode-metode atau usaha yang dapat dilakukan untuk
meningkatkn hasil produksi tanaman - tanaman pada sektor pertanian.
C. Pembahasan
Dilansir dari website https://fp.uns.ac.id Tim pengabdian kepada masyarakat Prodi
Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret yang terdiri dari
Prof. Dr. Ir. Hadiwiyono, MS; Dr. Ir. Puji Harsono, MS, serta dibantu beberapa
mahasiswa melaksanakan kegiatan ‘Pembuatan Demplot Budidaya cabai Merah dengan
Aplikasi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan
saran mitra pada kelompok tani Sidouhur dan WanitaTani Puteri
Mandiri di Desa Cabeyan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Pembuatan demplot
dilaksanakan dalam kurun waktu 7 bulan dimulai bulan April sampai dengan
Oktober 2019.
Ketua pelaksanaan
pengabdian Prof. Hadiwiyono menyampaikan keberhasilan dengan metode aplikasi
nanovirusida. “Pertanaman cabai merah yang diaplikasi dengan nanopestisida
memberikan hasil lebih tinggi 17,57% dibandingkan dengan yang praktikan petani
dengan pestisida kimia sintetik”.
Nanopestisida
merupakan pestisida dengan senyawa Cu, SiO2, ZnO, dan TiO2 yang dibentuk
menjadi partikel nano besi-oksida. Penggunaan partikel ini membantu dalam
menghambat pertumbuhan dan melindungi tanaman dari serangan patogen.
Prinsip utama dari nanopestisida ini yaitu dengan mementingkan luas
permukaan nanopestisida. Semakin besar luas permukaan nanopestisida maka semakin
besar daya serap tanaman terhadap pestisida. Sehingga penanggulangan hama
tanaman menjadi lebih efektif dan hasil pertanian mengalami peningkatan.
Dilansir dari (https://jurnal.uns.ac.id) selain penggunaan
nanopestisida usaha yang dapat dilakukan
yaitu dengan memperluas lahan
pertanian yang awalnaya berupa petak- petak
sempit menjadi satu petak yang luas dengan penggalian dan meningkatkan kualitas
tanah galian. Hal ini akan lebih memudahkan untuk penggarapan tanahnya
karena dapat dikerjakan dengan traktor tangan. Sebelumnya tidak bisa diolah
dengan traktor tangan karena sempitnya lahan. Sehingga diperoleh manfaat berupa
efisiensi biaya dan waktu pengolahan tanah (lahan) yang sangat signifikan.
Peningkatan
kualitas tanah juga dapat dilakukan dengan budaya membuang sampah pada
tempatnya. Sampah–sampah dapat menyebapkan penurunan kualitas tanah dan dapat
menyebapkan banjir sehingga menurunkan hasil produksi tanaman pada sektor pertanian.
Seperti usaha(https://fk.uns.ac.id) yang dilakuakan oleh alumni fakultas
kedokteran universitas sebelas maret dengan mengadakan bantuan kemanusiaan kepada
korban banjir Kecamatan Sukajaya Kabupaten
Bogor.
Adanya teknologi yang dapat
mempermudah dalam pengerjaan pengolahan dalam pertanian juga dapat meningkatkan
hasil produksi pertanian. Salah satu cara yang dilakukan Universitas Sebelas Maret
dalam meningkatkan minat mahasiswa dalam pengembangan terkonogi baru yaitu
dengan mengadakan seminar nasional . Seminar nasional ini berjudul Implementaasi
Teknologi untuk Inovasi dengan pembicaranya Ir Arif Musta’in, MBA dilansir dari
(https://ft.uns.ac.id)
Hal
lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi pertanian yaitu dengan
meningkatakan penelitian guna menemukan obat baru yang berguna untuk
meningkatkan hasil produksi pertanian. Penyuluhan tentang pentingnya penelitian
dapat ditanamkan kepada generasi muda seperti acara yang dilakukan oleh Program Studi
Kimia Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret yaitu mengadakan Kuliah Tamu
tentang Kimia Organik (Organic Chemistry
Guest Lecture) pada hari Rabu 11 September 2019. Pembicara dari kuliah
tamu ini adalah Prof. Zaher Judeh dari School of Chemical and Biomedical
Engineering, Nanyanng Technological University, Singapore dan Prof. Dr. Mardi
Santoso dari Departemen Kimia Fakultas Ilmu Alam Institut Teknologi Sepuluh
Nopember,Surabaya.
Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa semester 5 Prodi
Kimia. Prof. Zaher Judeh memberi kuliah dengan judul “New
Drug Development and Approval Process”. Prof. Judeh menerangkan
tentang pentingnya pengembangan obat baru. Prof. Judeh juga menerangkan
bagaimana proses penemuan/sintesis suatu senyawa menjadi kandidat potensial
untuk dikembangkan dalam pengobatan. Seperti yang dilansir dalam website https://mipa.uns.ac.id
Penemuan baru yang didapatkan oleh dosen dan staf
Universitas Sebelas Maret (cabai) yaitu tanaman refugia yang terdapat di
lingkungan sekitar Tanaman ini dapat mengatasi permasalahan para petani dan
memanfaatkan sumber daya alam secara alamai serta maksimal yang sangat penting
bagi peningkatan produktivitas pertanian (Septariani dkk., 2019)(https://jurnal.uns.ac.id).
D.Kesimpulan
Kesimpulan dari artikel ini adala
metode metode atau usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkn hasil produksi
tanaman - tanaman pada sektor pertanian yaitu penggunaan nanopestisida, peningkatan
kualitas tanah, pengembangan teknologi pertanian, dan peningkatan penelitian
untuk menghasilkan produk obat baru yang berguna untuk sektor pertanian.
Sumber