Kamis, 06 Februari 2020

[M0619056][Selvi Anna Permatasari] Penulis Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam


[M0619056][Selvi Anna Permatasari] Penulis Mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam 

Usaha dalam Meningkatkan Hasil Produksi Tanaman pada Sektor  Pertanian

A. Latar Belakang

Belakangan ini peningkatan hasil produksi pertanian menjadi sorotan utama. Permasalahan permasalah bermunculan seiring dengan berjalannya waktu. Permasalahan tersebut yaitu  meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia hal ini menyebabkan perlu ditingkatkanya hasil produksi pertanian.

Banyaknya hama tanaman juga berdampak pada hasil pertanian yang semakin berkurang. Sehingga perlu dilakukan metode – metode yang efektif dan efisien guna meningkatkan hasil produksi tanaman pada sector pertanian tersebut. 


B. Tujuan

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui metode-metode atau usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkn hasil produksi tanaman - tanaman pada sektor pertanian.


     C. Pembahasan

Dilansir dari website https://fp.uns.ac.id Tim pengabdian kepada masyarakat Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Hadiwiyono, MS; Dr. Ir. Puji Harsono, MS, serta dibantu beberapa mahasiswa melaksanakan kegiatan ‘Pembuatan Demplot Budidaya cabai Merah dengan Aplikasi. 

        Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan saran mitra pada kelompok tani Sidouhur dan WanitaTani Puteri Mandiri di Desa Cabeyan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo. Pembuatan demplot dilaksanakan dalam kurun waktu 7 bulan dimulai bulan April sampai dengan Oktober 2019.

Ketua pelaksanaan pengabdian Prof. Hadiwiyono menyampaikan keberhasilan dengan metode aplikasi nanovirusida. “Pertanaman cabai merah yang diaplikasi dengan nanopestisida memberikan hasil lebih tinggi 17,57% dibandingkan dengan yang praktikan petani dengan pestisida kimia sintetik”.

Nanopestisida merupakan pestisida dengan senyawa Cu, SiO2, ZnO, dan TiO2 yang dibentuk menjadi partikel  nano besi-oksida. Penggunaan partikel ini membantu dalam menghambat pertumbuhan dan melindungi tanaman dari serangan patogen.  Prinsip utama dari nanopestisida ini yaitu dengan mementingkan luas permukaan nanopestisida. Semakin besar luas permukaan nanopestisida maka semakin besar daya serap tanaman terhadap pestisida. Sehingga penanggulangan hama tanaman menjadi lebih efektif dan hasil pertanian mengalami peningkatan.

Dilansir dari (https://jurnal.uns.ac.id) selain penggunaan nanopestisida usaha yang dapat dilakukan   yaitu dengan memperluas lahan pertanian yang awalnaya berupa petak-  petak sempit menjadi satu petak yang luas dengan penggalian dan meningkatkan kualitas tanah galian. Hal ini akan lebih memudahkan untuk penggarapan tanahnya karena dapat dikerjakan dengan traktor tangan. Sebelumnya tidak bisa diolah dengan traktor tangan karena sempitnya lahan. Sehingga diperoleh manfaat berupa efisiensi biaya dan waktu pengolahan tanah (lahan) yang sangat signifikan.

Peningkatan kualitas tanah juga dapat dilakukan dengan budaya membuang sampah pada tempatnya. Sampah–sampah dapat menyebapkan penurunan kualitas tanah dan dapat menyebapkan banjir sehingga menurunkan hasil produksi tanaman pada sektor pertanian. Seperti usaha(https://fk.uns.ac.id) yang dilakuakan oleh alumni fakultas kedokteran universitas sebelas maret dengan mengadakan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.

Adanya teknologi yang dapat mempermudah dalam pengerjaan pengolahan dalam pertanian juga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Salah satu cara yang dilakukan Universitas Sebelas Maret dalam meningkatkan minat mahasiswa dalam pengembangan terkonogi baru yaitu dengan mengadakan seminar nasional . Seminar nasional ini berjudul Implementaasi Teknologi untuk Inovasi dengan pembicaranya Ir Arif Musta’in, MBA dilansir dari (https://ft.uns.ac.id)

            Hal lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi pertanian yaitu dengan meningkatakan penelitian guna menemukan obat baru yang berguna untuk meningkatkan hasil produksi pertanian. Penyuluhan tentang pentingnya penelitian dapat ditanamkan kepada generasi muda seperti acara yang dilakukan oleh  Program Studi Kimia Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret yaitu mengadakan Kuliah Tamu tentang Kimia Organik (Organic Chemistry Guest Lecture) pada hari Rabu 11 September 2019. Pembicara dari kuliah tamu ini adalah Prof. Zaher Judeh dari School of Chemical and Biomedical Engineering, Nanyanng Technological University, Singapore dan Prof. Dr. Mardi Santoso dari Departemen Kimia Fakultas Ilmu Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember,Surabaya. 
Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa semester 5 Prodi Kimia. Prof. Zaher Judeh memberi kuliah dengan judul “New Drug Development and Approval Process”. Prof. Judeh menerangkan tentang pentingnya pengembangan obat baru. Prof. Judeh juga menerangkan bagaimana proses penemuan/sintesis suatu senyawa menjadi kandidat potensial untuk dikembangkan dalam pengobatan. Seperti yang dilansir dalam website https://mipa.uns.ac.id
Penemuan baru yang didapatkan oleh dosen dan staf Universitas Sebelas Maret (cabai) yaitu tanaman refugia yang terdapat di lingkungan sekitar Tanaman ini dapat mengatasi permasalahan para petani dan memanfaatkan sumber daya alam secara alamai serta maksimal yang sangat penting bagi peningkatan produktivitas pertanian (Septariani dkk., 2019)(https://jurnal.uns.ac.id).

D.Kesimpulan

Kesimpulan dari artikel ini adala metode metode atau usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkn hasil produksi tanaman - tanaman pada sektor pertanian yaitu penggunaan nanopestisida, peningkatan kualitas tanah, pengembangan teknologi pertanian, dan peningkatan penelitian untuk menghasilkan produk obat baru yang berguna untuk sektor pertanian.

Sumber